tpi nek tak piker" lo prinsipku iki turunan seket keluargaku yang.. seket keluargane makku lo terah hemat" kabeh uwong e
Others

Ketahui 5 Cara Mengolah Biji Kakao Menjadi Bubuk Coklat

Di pasaran, Anda bisa menemukan ragam produk coklat yang disajikan dalam bentuk batangan atau bubuk. Bubuk coklat untuk minuman atau bubuk coklat untuk bahan pembuatan kue berbeda terkait penambahan gula tambahan. Pastikan Anda memilih bubuk coklat yang digunakan untuk minuman dengan kandungan less sugar, ya!

Tahapan membuat bubuk coklat dari biji kakao

Bubuk coklat untuk minuman bisa memberikan sensasi rasa yang lezat dengan kandungan gula yang rendah, asal Anda memilih produk yang tepat. Sebenarnya, bagaimana cara mengolah biji kakao menjadi bubuk coklat yang bisa Anda konsumsi sebagai minuman setiap hari? Yuk, simak tahapan pembuatan yang bisa menjadi tambahan pengetahuan ini!

1. Proses pembersihan

Setelah masa pemanenan, biji kakao wajib dibersihkan guna menghilangkan kotoran atau benda asing yang menempel.

2. Proses sangrai

Setelah dibersihkan, biji kakao masuk proses sangrai atau pemanggangan dengan suhu, waktu dan kelembaban sesuai dengan jenis biji dan kualitas yang diinginkan.

3. Pemisahan biji dan kulit

Biasanya proses ini dilakukan secara otomatis menggunakan mesin penampi.

4. Proses alkalisasi

Setelah biji dan kulit kakao terpisah, maka proses alkalisasi dilakukan menggunakan kalium karbonat yang berfungsi untuk mengembangkan rasa dan warna coklat tersebut. Proses alkalisasi dilakukan guna menghilangkan rasa asam dan sepat, serta bisa menambahkan citarasa yang lebih lezat.

5. Proses penggilingan

Coklat akan masuk dalam tahapan penggilingan  dengan suhu dan tingkat penggilingan yang disesuaikan jenis produk coklat yang dihasilkan. Ada produsen yang menambahkan bahan tambahan lain untuk rasa tertentu, misalnya kacang. Nantinya coklat cocoa liquor ini akan ditekan hingga menciptakan lemak coklat yang akan diproduksi menjadi pembuatan coklat batangan, sedangkan kakao massa padat menjadi bahan coklat bubuk.

Biasanya pabrikan coklat akan mengolah kakao menjadi dua jenis coklat tersebut baik batangan dan bubuk coklat untuk minuman. Pada produksi coklat batangan, proses produksi setelah penggilingan akan melewati proses pemurnian dalam bentuk pasta, pengembangan rasa dan tekstur, pemanasan, pendinginan, pemanasan kembali hingga proses cetak dan pengemasan.

Kini Anda tahu bagaimana produksi biji kakao yang diolah menjadi coklat batangan atau bubuk coklat di pasaran, bukan?

Selain mengetahui proses pembuatan coklat yang diolah dengan mesin, ada pula petani coklat yang melakukan pembuatan coklat dengan cara tradisional atau fermentasi. Citarasa kakao Indonesia melalui proses fermentasi tidak mudah meleleh dengan rasa istimewa dan lebih terjangkau. Kini Anda tidak perlu mengolah biji kakao mandiri untuk menikmati coklat sebab proses fermentasi tradisional butuh waktu yang lebih lama.

Anda bisa menikmati secangkir coklat hangat yang lezat atau diolah menjadi minuman coklat dingin dengan tambahan topping sesuai selera. Tinggal beli bubuk coklat untuk minuman yang memiliki kadar gula rendah sehingga aman dikonsumsi dalam jangka waktu lama. Yuk, nikmati coklat bubuk yang cocok dijadikan minuman penambah energi setelah lelah beraktivitas seharian!